Tuesday, April 29, 2014

Ikhwal Berdirinya Muhammadiyah Serta Visi dan Misi

Siapa pendiri Muhammadiyah?, pengertian Muhammadiyah, Penjelasan mengenai Muhammadiyah, asal muasal Muhammadiyah, ajaran dari Muhammadiyah, Profil pendiri Muhammadiyah, Visi Muhammadiyah, Misi Muhammadiyah, Visi dan misi Muhammadiyah, Kondisi Internal Muhammadiyah pada saat penjajahan, Materi lengkap mengenai Muhammadiyah, kondisi eksternal pada Muhammadiyah pada masa penjajahan.
Download file nya dibawah
Muhammadiyah adalah sebuah organisasi Islam yang besar di Indonesia. Nama organisasi ini diambil dari nama Nabi Muhammad SAW. sehingga Muhammadiyah juga dapat dikenal sebagai orang-orang yang menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW. Latar belakang KH Ahmad Dahlan memilih nama Muhammadiyah  yang pada masa itu sangat asing bagi telinga masyarakat umum adalah untuk memancing rasa ingin tahu dari masyarakat, sehingga ada celah untuk memberikan penjelasan dan keterangan seluas-luasnya tentang agama Islam sebagaimana yang telah diajarkan Rasulullah SAW.

Muhammadiyah adalah Gerakan Islam yang melaksanakan da’wah amar ma’ruf nahi munkar dengan maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Muhammadiyah berpandangan bahwa Agama Islam menyangkut seluruh aspek kehidupan meliputi aqidah, ibadah, akhlaq, dan mu’amalat dunyawiyah yang merupakan satu kesatuan yang utuh dan harus dilaksanakan dalam kehidupan perseorangan maupun kolektif. Dengan mengemban misi gerakan tersebut Muhammadiyah dapat mewujudkan atau mengaktualisasikan Agama Islam menjadi rahmatan lil-’alamin dalam kehidupan di muka bumi ini.

Dalam konteks kesejahteraan, berdirinya muahammadiyah merupakan tuntutan dan keharusan sejarah agar bangsa indonesia memiliki jati diri dan daya tawar yang tinggi di mata penjajah. Berdirinya muhammadiyah sebenarnya didorong oleh kegelisahan dan keprihatinan yang mendalam terhadap model dakwah dan pola pemikiran keagamaan konvensional-tradisional saat itu.

Secara garis besar faktor yang melatar belakangi lahirnya muhammadiyah antara lain dikarenakan kondisi internal umat islam dan kondisi eksternal umat islam.

a.    Kondisi Internal Umat Islam
Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri umat islam sendiri yang tercermin dalam dua hal, yaitu sikap beragama dan sistem pendidikan islam.

Sikap beragama umat islam saat itu pada umumnya belum dapat dikatakan sebagai sikap beragama yang rasional. Sirik, taklid, dan bid’ah masih menyelubungai kehidupan umat islam, terutama dalam lingkungan kraton, dimana kebudayaan hindu telah jauh tertanam. Sikap beragama yang demikian bukanlah terbentuk secara tiba-tiba pada awal abad ke 20 itu, tetapi merupakan warisan yang berakar jauh pada masa terjadinya proses islamisasi beberapa abad sebelumnya. Seperti diketahui proses islamisasi di indonesia sangat di pengaruhi oleh dua hal, yaitu Tasawuf/Tarekat dan mazhab fikih, dan dalam proses tersebut para pedagang dan kaum sifi memegang peranan yag sangat penting. Melalui merekalah islam dapat menjangkau daerah-daerah hampir diseluruh nusantara ini.

Faktor internal lainnya yang turut andil mengilhami Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah adalah kondisi perekonomian umat islam dan solidaritas sosial yang memudar antar umat.

b.    Kondisi Eksternal Umat Islam

1.    Kebijakan politik kolonial Belanda terhadap umat islam.
Sejak belanda mendarat pertama kali di bumi nusantara (sekitar 1556 M) kehidupan umat islan terusik. Mengingat kedatangan mereka yang pertama kali medarat di pelabuhan Banten dengan rombongan cornelis De Houtmen dan Dayer itu bermisi ganda, yaitu mereka tidak saja menguasai nusantara yang terkenal dengan rempah-rempah melainkan sekaligus ada unsur misi kristenisasi. Tujuan misi kristenisasi tersebut di kemudian hari terbongkar dengan munculnya rekomendasi dari seorang missionaris Belanda bernama YB. Palinck sekitar tahun 1880. Rekomendasi itu dikirim kepada pemerintahan Roma yang isinya :
  • Pemerintah kolonial belanda pada dasarnya siap membantu missionaris di jawa dengan catatan jawa digarap secara serius.
  • Setiap missionaris yang datang ke pulau jawa termasuk menguasai bahasa jawa.
  • Setiap missionaris hendaknya berdomisili di daerah-daerah yang berdekatan dengan pemukiman
  • Setiap missionaris hendaknya berbuat simpatik dengan cara memberi bantuan medis, ekonomi dan pendidikan dipulau jawa.
  • Hendaknya semaksimal mungkin agar tidak membicarakan agama pada awal-awal berdomisili di pulau jawa.
  • Harus paham bahwa tipe masyarakat pulau jawa mau masuk agama karena faktor kecewa terhadap umat islam, karena tuntutan materi dan murni atas inisiatifnya mereka sendiri.
2.    Pengaruh perkembangan islam di timur tengah

Pengaruh gerakan pembaharuan pemikiran Islam di Timur Tengah juga turut andil terhadap berdirinya Muhammadiyah. Menurut Deiler Noer, gerakan reformasi intelektual kaum Muslimin di wilayah Timur Tengah seperti Makkah dan Kairo sangat mempengaruhi perkembangan islam modernis di Indonesia. Pengaruh gerakan pembaharuan tersebut antara lain melalui orang indonesia sendiri yang secara kebetulan menunaikan ibadah haji dan sekaligus mereka tetap bermukim di tanah suci untuk menuntut ilmu.

Visi Muhammadiyah adalah sebagai gerakan Islam yang berlandaskan al-Qur’an dan as-Sunnah dengan watak tajdid yang dimilikinya senantiasa istiqamah dan aktif dalam melaksanakan dakwah Islam amar ma’ruf nahi mungkar di segala bidang, sehingga menjadi rahmatan li al-‘alamin bagi umat, bangsa dan dunia kemanusiaan menuju terciptanya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya yang diridhai Allah swt dalam kehidupan di dunia ini.

Misi Muhammadiyah adalah:
  1. Menegakkan keyakinan tauhid yang murni sesuai dengan ajaran Allah swt yang dibawa oleh Rasulullah yang disyariatkan sejak Nabi Nuh hingga Nabi Muhammad saw.
  2. Memahami agama dengan menggunakan akal pikiran sesuai dengan jiwa ajaran Islam untuk menjawab dan menyelesaikan persoalan-persoalan kehidupan yang bersifat duniawi.
  3. Menyebarluaskan ajaran Islam yang bersumber pada al-Qur’an sebagai kitab Allah yang terakhir untuk umat manusia sebagai penjelasannya.
  4. Mewujudkan amalan-amalan Islam dalam kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat. Lihat Tanfidz Keputusan Musyawarah Wilayah ke-39 Muhammadiyah Sumatera Barat tahun 2005 di Kota Sawahlunto.
Profil Pendiri Muhammadiyah :
    Muhammad Darwis adalah nama kecil dari seorang Ahmad Dahlan. Ia lahir pada tahun 1868 dari pasangan orang tua yang dikenal sebagai pemuka agama. Ayahnya adalah Kyai Abu Bakar adalah seorang khatib dan Imam besar di Masjid Kesultanan Yogyakarta, sedangkan ibunya bernama siti Aminah anak seorang penghulu bernama haji ibrahim. Anak ke empat dari tujuh bersaudara mendapat nama kehormatan Raden Ngabdul Darwis dari Sri Sultan karena kedudukan ayahnya yang cukup tinggi di keraton. Ayahnya masih keturunan dari syaih Maulana Malik penyebar agama di gresik pada abad ke 15 yang juga merupakan salah satu dari 9 tokoh besar wali songo. Bahkan ditelusuri lebih lanjut ada garis keturunan Rasulullah dari jalur cucunya, yaitu Hussain Bin Abi Thalib. Silsilah keturunannya menunjukkan bahwa ia mempunyai keturunan priyayi dan kyai sekaligus.






Siapa pendiri Muhammadiyah?, pengertian Muhammadiyah, Penjelasan mengenai Muhammadiyah, asal muasal Muhammadiyah, ajaran dari Muhammadiyah, Profil pendiri Muhammadiyah, Visi Muhammadiyah, Misi Muhammadiyah, Visi dan misi Muhammadiyah, Kondisi Internal Muhammadiyah pada saat penjajahan, Materi lengkap mengenai Muhammadiyah, kondisi eksternal pada Muhammadiyah pada masa penjajahan.

Load disqus comments

0 komentar